Bayangkan Anda sedang menonton film action favorit. Ledakan di layar terlihat dahsyat, tapi suaranya? Tipis, cempreng, dan persis seperti kaleng kerupuk yang dipukul. Menyedihkan, bukan? Memiliki Smart TV mahal dengan kualitas audio standar adalah sebuah tragedi digital yang dialami banyak orang saat ini.
Banyak yang mengira untuk mendapatkan suara "menggelegar" ala bioskop, kita harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk home theater bermerek. Tapi, bagaimana jika saya katakan ada solusi lokal yang harganya bahkan lebih murah dari sekali makan malam mewah di mall, tapi punya fitur yang bikin brand besar ketar-ketir?
Jujur saja, saat pertama kali melihat Eggel Stage Soundbar, saya sempat skeptis. "Harga 600-700 ribuan, masa iya ada HDMI ARC-nya?" [01:13]. Biasanya, fitur ini hanya ada di soundbar kelas 1,5 juta ke atas. Tapi setelah saya bongkar dan coba sendiri... saya harus mengakui bahwa saya salah besar.
-
Desain Mewah: Build quality-nya menggunakan grille metal yang kokoh, sangat pas untuk TV ukuran 32 hingga 43 inch [00:52].
-
Konektivitas "Dewa": Selain Bluetooth yang minim delay [06:23], kehadiran HDMI ARC memungkinkan Anda mengontrol volume soundbar cukup dengan remote TV. Simpel dan tidak bikin pusing!
Bagi Anda pengguna Smart Home, ada satu "hadiah" kecil. Soundbar ini bisa dijadikan default speaker di aplikasi Google Home [06:40]. Jadi, Anda cukup bilang, "Google, putar lagu Sheila on 7," dan suara merdu Duta akan langsung menggelegar dari Eggel Stage ini.
Namun, ingat satu hal: stok barang lokal dengan kualitas "merusak pasar" seperti ini biasanya tidak bertahan lama. Jika Anda terus menunda dan membiarkan telinga Anda tersiksa suara TV yang cempreng, Anda melewatkan pengalaman menonton yang seharusnya maksimal setiap malam.
Ribuan orang sudah menonton ulasannya di channel Mr Bibbo dan banyak yang mulai beralih ke solusi cerdas ini. Apakah Anda akan tetap bertahan dengan suara "kaleng kerupuk" Anda, atau siap mengubah kamar menjadi bioskop pribadi sekarang juga?
Komentar (0)
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada artikel ini.